Sabtu, 05 September 2015

100 persen kabur ya pak …..!

#JANGAN DIAM #JANGAN BUNGKAM


Selasa, 1 September 2015
Bipp.. bipp..!!  terdengar suara nada pesan dari HP ku,
“mba, besok bisa ikut ke Polda, kita mau ke pengawas penyidik karena sampai sekarang SP2HP belum dikirim juga”, pesan terkirim dari nomor Vero pengacara LBH Jakarta salah seorang kuasa hukum ku.
“oke, besok jam berapa berangkat dari LBH Jakarta?”, balasku melalui whatsappnya.
Tidak lama kemudian Vero membalasnya kembali.
“jam 12.30 kita berangkat dari sini ya”.
“siaap, sampai ketemu besok yaa..”, balasku menutup percakapan.

Saat digiring ke pos keamanan Kalibata City, 24 Juni 2015


Rabu, 2 September 2015
Siang itu aku bergegas menyelesaikan beberapa pekerjaan karena janjian akan ke LBH Jakarta sebelum jam 12.30 wib. Perjalanan dari Tebet menuju Diponegoro aku pilih dengan menggunakan Kereta Api Listrik, berangkat dari Stasiun Tebet dan turun di Stasiun Cikini, kemudian tinggal jalan kaki beberapa meter ke LBH Jakarta, ekonomis dan lebih cepat.






Memang sejak kasusku yang terjadi pada tanggal 24 Juni lalu di Kalibata City (http://eviepermatasari.blogspot.co.id/2015/06/jangan-diam.html), banyak teman-teman yang mensupport dan membantu advokasi kasus ini. Terlebih kasus pelecehan seksual ini memang menjadi sorotan dari teman-teman penggiat HAM, karena selama ini kasus-kasus pelecehan seksual sangat jarang, bahkan sulit masuk sampai dalam ranah hukum. Pun aku sebagai seorang aktivis, konselor dan bisa melakukan advokasi diri saja masih berbelit juga ketika proses ini secara berani dilaporkan ke Kepolisian di Polda Metro Jaya, apalagi bagi korban yang masih awam dan tidak tahu harus melakukan apa. Apa yang terjadi bagi korban yang tidak bisa mengakses keadilan ??..

Bersama dengan Ucok yang juga salah seorang pengacara publik LBH Jakarta, Aku dan Vero menuju Polda dengan menggunakan mobil dinas LBH Jakarta. Kami menuju gedung Unit III Subdit V Dit Reskrimun (Direktorat Reserse Kriminal Umum) dan bertemu langsung beberapa penyidikku saat melakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) lalu. Setelah memperkenalkan bahwa Vero dan Ucok adalah kuasa hukumku dari LBH Jakarta, Vero langsung berperan sebagai pengacaraku. Kemudian dengan lantang dia menanyakan beberapa hal terkait permintaan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang tidak kunjung dikirim juga serta mempertanyakan kewenangan Kepolisian yang mengirimkan pelaku ke tahanan Imigrasi padahal pihak LBH Jakarta sudah mengirimkan surat atas hal tersebut. Brigadir Dian Kartika Putri, penyidik pembantu, berupaya menjelaskan tentang apa yang ditanyakan oleh Vero, walaupun jawabannya panjang lebar dan muter-muter apalagi terkait kenapa kepolisian malah mengirimkan pelaku ke Imigrasi.

Dokumen Pencari Suaka


Penjelasan dari Polwan Dian, memperlihatkan setidaknya upaya kepolisian melakukan penyidikan masih tetap berlanjut, karena terakhir pada tanggal 31 Agustus, masih dipanggil orang keenam untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dan sudah mendatangi TKP. Kami menjelaskan, bahwa kasus ini sedang dipantau oleh banyak orang dan lembaga sambil kami juga menanyakan keberadaan pelaku apakah masih ditahan di Imigrasi Jakarta Selatan.

“Pelakunya sekarang dimana ?”, Tanya Vero.
“masih di Imigrasi”, jawab Polwan Dian
Yakiiinn…”. Balas kami berbarengan..

Mulailah situasi kelihatan wajah agak ragu-ragu dari para penyidik ini. Vero langsung mengatakan sesuatu yang membuat mereka makin kebingungan.

95 persen sih kami yakin pelaku sudah tidak ada di Imigrasi, tapi 5 persennya yah mungkin saja informasi ini kami salah, jadi bisa di cek saja dulu ke Imigrasi”..

Selanjutnya Vero juga menjelaskan bahwa mereka juga sudah bertemu dengan pihak UNHCR dan juga mendapatkan informasi yang bisa dipercaya dari Imigrasi bahwa pelaku sudah tidak ada di Imigrasi tetapi kami juga meminta agar mereka mengecek langsung informasi ini.

Aku juga menanyakan, apa yang akan diperbuat oleh pihak Kepolisian kalau ternyata benar bahwa pelaku sudah tidak ada di Imigrasi.

Kami akan melakukan DPO (Daftar Pencarian Orang)”, jawab Polwan Dian

Baiklah, kami catat semua apa yang dikatakan pihak kepolisian. Kemudian pada saat itu juga diberikan semua lembaran SP2HP dari awal hingga yang terakhir dan selanjutnya aku juga meminta agar SP2HP juga dikirim kepada ku.

Sore itu urusan polisi selesai, pengalaman ini rencana akan kami sampaikan pada kegiatan Diskusi Media pada hari Jumat nanti.


Kamis, 3 September 2015
Hari ini dari pagi sampai siang aku ada rapat di Kalyanamitra, menyelesaikan tugas kelompok Sosbud untuk bahasan RUU KKG (Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender). Karena jam 2 siang, aku harus ada pertemuan lainnya di daerah Katedral, maka tugas kelompok kami bisa diselesaikan sebelum jam13.00 wib.

Untuk menuju ke daerah Katedral dari arah Kalibata, lebih mudah lagi-lagi naik KRL. Sekitar pukul 13.30 wib, aku berbarengan dengan Kencana, Friska dan Lucy yang sama-sama menggunakan kereta api sampai di Stasiun Kalibata Baru. Hanya Friska yang naik kearah Tanah Abang, sementara aku, Kencana dan Lucy ambil jurusan Kota. Ketika semua sudah masuk melewati mesin tapping card, ternyata hanya Lucy yang tidak bisa melewati, dia harus mengisi ulang dulu kartunya sehingga dia harus masuk antrian untuk mengisi kartu. Sembari Lucy antri diluar, aku menunggu dari dalam di dekat mesin tapping card sambil membaca pesan-pesan di HP. Sesekali aku mengecek Lucy apakah sudah keluar dari antrian karena posisi tempatku berdiri tidak terlalu kelihatan dari tempat antrian Lucy. Tidak lama saat aku sedang melihat antrian orang-orang yang mau beli tiket, tiba-tiba jantungku berdegub kencang.. ahh jangan-jangan aku salah lihat…  !!! sebab dikejauhan orang yang antri paling belakang itu adalah pelaku..!!! WN Irak itu..

Kami sempat bertatapan, agak ragu, aku sempat mengalihkan pandangan ketempat lain dan berpaling sembari melihat disebelahku apakah ada Kencana atau ada orang yang dekat denganku. Ketika sadar bahwa disebelahku tidak ada siapa-siapa, karena Kencana ternyata telah jalan kedepan dan cukup jauh, maka aku tinggalkan Lucy yang masih diluar buat menyusul kencana. Sembari memanggil-manggil Kencana, aku sempat menengok kebelakang dan kulihat pelaku juga sudah mendekati mesin tapping tapi tidak masuk, dia hanya melihat-lihat apakah itu aku.

Saat itu, aku merasa bergetar, marah ga bisa berbuat apa-apa, rasanya ingin nangis campur aduk geramnya melihat pelaku masih berkeliaran disekitar Kalibata. Aku meminta Kencana untuk melihat kebelakang apakah masih ada ciri-ciri pelaku yang aku gambarkan. Saat itu dia memakai kemeja kotak-kotak kecil berwarna merah marun. Ternyata pelaku tidak berani masuk kedalam stasiun, dia sudah menghilang. Saking shock dan marahnya, aku ga sempat memfoto pelaku saat sedang dalam antrian tadi.

Segera aku telpon penyidik, Dian, berkali-kali tidak di angkat HPnya, kemudian aku sms.

“Mba Dian, ini Evie, barusan saya lihat pelaku mau masuk ke Stasiun Kalibata Baru, dia ngelihat saya kemudian kabur, hilang dari antrian

ooh gitu bu…kebetulan saya lagi dinas di luar kota bu”, balasnya

 iya, berarti 100% dia kabur ya..” balasku lagi

iya bu bsk saya koordinasi ke imigrasi untuk memastikan keberadaan si Hussein bu”, jawab Dian

Ok terima kasih mba Dian”, menutup pembicaraan melalui pesan singkat itu.



Ahhhh… kata Vina Panduwinata, ini September ceria…!!! …

Tidaaakkkk… !!! mari kita masukan Hussein kedalam penjara lagi…

#Jangandiam
#Janganbungkam
#Maribergerak

Kamis, 25 Juni 2015

JANGAN DIAM

Lokasi saya berdiri dan pelaku jauh dibelakang
Pagi itu, rasanya tidak pernah bermimpi akan mengalami kejadian yang sangat menggemparkan buat saya. Rabu, 24 Juni 2015, saya sedang janjian dengan seorang teman di Kalibata City untuk mengerjakan sebuah pekerjaan yang semestinya deadline dalam minggu ini. Bahan-bahan pekerjaan, notebook, sudah saya siapkan sejak malam untuk dibawa serta. Seperti biasa, saya selalu mengabarkan teman saya sebutlah Rina, ketika saya sudah turun dari stasiun kereta di Kalibata, agar dia bersiap ke bawah untuk menjemput saya, karena untuk menuju ke lantai atas harus menggunakan kartu access. Tepat pukul 9.30, saya sudah berada di depan koridor lift dan menelpon Rina untuk segera ke bawah. Pada saat yang sama, saya perhatikan juga ada seorang laki-laki dengan perawakan Arab yang berdiri dibelakang kiri saya berjarak ± 1 meter, sepertinya juga sedang menunggu seseorang. Situasi saat itu di koridor depan lift memang tidak ada siapa-siapa lagi kecuali laki-laki itu dan saya.

Saat itu saya tidak punya pikiran buruk terhadap orang asing ini, karena hari sudah siang dan di lobby pun juga cukup ramai. Sambil menunggu Rina turun, saya melihat-lihat hp dan membaca Bbm yang masuk. Tiba-tiba saya merasa ada yang menyentuh pantat saya, reflek saya tengok kebelakang, laki-laki itu seperti sedang mencari-cari sesuatu dalam tas selempangnya dia dan pura-pura tidak melihat saya. Saya juga mengira, mungkin bagian belakang saya menyentuh sesuatu karena saat itu saya juga memakai tas ransel dan di belakang saya juga ada tanaman hias walau jaraknya cukup jauh dari tempat saya berdiri. Kemudian saya maju dua langkah untuk lebih menjauh, namun tidak lama kemudian saya merasa pantat saya ada yang menyentuh lagi. Reflek saya langsung berbalik dan mencurigai kalau laki-laki inilah penyebabnya karena memang tidak ada siapa-siapa lagi kecuali dia.

Saya marah sekali dan langsung bersikap tegas menanyakan padanya dengan cukup keras, “ANDA NGAPAIN YA..!”, tetapi malah dijawab dengan senyuman yang melecehkan dan bagi saya juga itu sangat menjijikan. Saya semakin marah terhadap laki-laki ini, saya katakan lagi, “NGAPAIN COLEK-COLEK SAYA..!!”,  .. kemudian dia mengelak sambil mengatakan dalam bahasa Inggris campur bahasa Arab yang intinya dia ga mencolek saya, tetapi sedang memeriksa tasnya. Kemudian saya jawab lagi, “ADA CCTV…!! SAYA LAPORKAN ANDA KE SECURITY..”,  segera saya pencet tombol pintu untuk keluar, karena feeling saya sangat tidak aman ditempat tersebut dan tidak ada siapa-siapa pula. Kemudian saya berlari menuju security yang berada di lobby, dan saya katakan pada mereka, bahwa laki-laki itu melakukan pelecehan seksual terhadap saya.

Terjadilah keributan di lobby dan banyak orang yang melihat, pelaku berusaha mengatakan salah dan dia hanya memeriksa tasnya. Kebetulan disana ada dua orang petugas keamanan, 1 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Saya katakan pada petugas, untuk melacak orang ini akan menemui siapa dan saya minta orang yang akan ditemui untuk kebawah. Ternyata pelaku ini juga tidak jelas akan menemui siapa, ketika ditanya petugaspun berbelit-belit, dan mencoba menelpon untuk menghubungi seseorang. Berkali-kali pelaku mencoba mengatakan pada saya bahwa itu salah paham saja, saya tidak gubris sedikitpun, tetap akan saya laporkan ke pos security Kalibata City. “Masya Alloh.. madam.. please forgive me.. this Ramadhan…”, kalimat itu saja yang dia ucapkan terus menerus dihadapan saya. “ ga peduli..lo tetep gw laporin ke petugas keamanan..” jawab saya.

Kemudian petugas memberikan telepon ke saya karena ada seseorang yang mau bicara dengan saya. Dalam percakapan tersebut, ada seorang yang bernama Ira dan mengaku temannya pelaku yang menyewa unit tempat dia tinggal, tetapi ujung-ujungnya dia meminta saya untuk memaafkan pelaku dan ga perlu diperpanjang lagi, karena dia sendiri tidak mau berurusan dengan banyak pihak.  Woow…. Saya jawab dong, “saya tidak ada urusan dengan anda, urusan saya dengan pelaku”, kemudian langsung saya kasih HP itu ke petugas dan saya ga mau terima teleponnya. Selanjutnya karena saya bersikeras tetap akan melaporkan pelaku ke pos keamanan, agar pihak pengelola tahu ada kejadian seperti ini dan dapat ditindaklanjuti system keamanan wilayah tersebut, maka dibawalah kami menuju pos keamanan yang berada di basement.

Saat tertangkap waktu kabur
Aku, Rina, bersama petugas keamanan perempuan dan pelaku berjalan menuju pos keamanan yang jaraknya sebetulnya tidak terlalu jauh, tetapi karena itu areal terbuka dan parkiran maka saya mulai curiga pasti ada kesempatan pelaku untuk kabur dan ternyata yahhh benar… pelaku mulai melipir berjalan menuju parkiran mobil dan kemudian berlari kabur. Saya langsung teriak dan kita semua berlari mengejar pelaku sambil saya teriakin, “MALIIINGGG…  TANGKAP ORANG ITU…”, karena kehebohan tersebut dan menjadi pusat perhatian, langsung dengan sigap petugas mengejar dan saling menghubungi lewat handy talky. Karena larinya cepat sekali dan saya juga tidak bisa mengejarnya, saya pikir lolos sudah pelaku kejahatan ini. Ehh tidak lama kemudian dari kejauhan, serombongan petugas keamanan berhasil menangkap pelaku dan digiring ke pos keamanan. Alhamdulillah, akhirnya tertangkap juga, geram banget saya liat pelaku… dalam hati saya katakan “lo…tidak akan lolos dari gw”.

saat diinterogasi di pos security
Sesampai dipos keamanan, langsung ditanyai oleh kordinator keamanan dan saya menceritakan sedikit kejadian tadi. Tetapi rupanya petugas juga mencurigai pelaku, karena dua hari yang lalu ada laporan serupa yang mengalami pelecehan seksual tetapi di tempat yang berbeda, namun pelaku yang dicurigai itu hanya sedikit terekam di CCTV.  Kemudian dicek rekaman CCTV pada kejadian tanggal 22 Juni, malam dan terlihat memang walau samar sosoknya mirip pelaku yang berusaha memeluk seseorang perempuan di depan lift, ketika petugas menyodorkan CCTV tersebut pelaku sempat mengelak. Selanjutnya petugas mencoba menghubungi pelapor pertama untuk dapat dipertemukan oleh pelaku. Semakin geramlah ketika saya juga membaca kejadian laporan pertama dan melihat rekaman CCTV tersebut, korbannya masih muda, seorang mahasiswi masih berusia 19 tahun satu hal lagi.. dia memakai jilbab. Jadi… ga ada yaaahh itu yang bilang korban pelecehan seksual dilihat hanya cara berpakaiannya saja… -Kelaut aja orang yang punya pikiran kaya gitu..- Benar-benar makin marah saya lihat pelaku ini, saya tidak akan diam liat perlakuannya pada korban yang pertama. Dan berharap pula bahwa benar kejadian pertama ini adalah pelaku yang sama.

Tidak lama kemudian serombongan keluarga datang dan mereka adalah keluarga korban yang melaporkan kasusnya ini. Kemudian petugas keamanan meminta korban untuk melihat pelaku apakah benar dia pelakunya. BINGGGGOOOO…!!! Ya benar… itu jawab korban. Mau tahu apa yang terjadi dengan pelaku saat ketemu korban,… langsung pasang muka sedih dan menangis… . Ibu korban langsung menghampiri pelaku dan menanyakan sesuatu ke pelaku, tiba-tiba…”PLAAAKKK…” sebuah tamparan mendarat dengan manis di pipi pelaku dilakukan oleh ibu korban. Ouupss..!! sakittt… iyalahh, duhh kenapa tadi dari awal saya ga kepikiran buat nampar atau nonjok dia yahhhh …. Biar tambah sakitnya.. ehh tapi ga boleh melakukan kekerasan lagi. Stop.

Selanjutnya kami sepakat untuk melaporkan pelaku ke Imigrasi Jakarta Selatan, karena ternyata pelaku berasal dari IRAK dan dibawah naungan UNHCR sebagai pencari suaka. Kemudian, kami semua pergi ke Imigrasi Jakarta selatan, saya satu mobil dengan keluarga korban dan pelaku 1 mobil dengan petugas keamanan gedung. Sesampai di kantor Imigrasi kami langsung ke lantai 5, menemui dua orang petugas Imigrasi sayangnya saya lupa nama keduanya. Namun dari mereka, kami diarahkan untuk lapor ke POLDA Metro, karena menurutnya kasus ini tidak bisa diproses di Imigrasi karena tidak terkait dengan keimigrasian tetapi karena ini kasus pelecehan seksual. Selanjutnya kami segera meluncur ke Polda Metro.

Di Polda, kami langsung ke Unit PPA, untuk didengarkan penjelasannya. Dari pihak UPPA, karena kasus kami tidak ada saksi pada saat kejadian, maka pelaporan kasusnya hanya 1 saja. Artinya karena korban pertama kasusnya lebih berat maka dia dijadikan pelapor utama sementara saya dijadikan saksi korban karena saya menjadi korban oleh pelaku yang sama. Kemudian, korban pertama dibawa oleh petugas kepolisian ke bagian SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) untuk diambil keterangannya, sementara saya menunggu diruang tunggu. Sekitar 30 menit kemudian, kami dibawa lagi ke gedung Unit Renata. Disana baru BAP berjalan, kasus kami dikenankan pasal 289 KUHP Pencabulan. Pihak kepolisian juga meminta rekaman CCTV kepada petugas pengelola gedung.

Dalam proses BAP tersebut saya melihat ada keraguan pada pihak Kepolisian untuk mengangkat kasus Pelecehan Seksual ini, karena pelaku WNA dan dibawah naungan UNHCR. Ketika salah seorang polisi menghubungi UNHCR untuk meng- cross check tentang identitas pelaku dan mengatakan UNHCR menyerahkan semuanya pada hukum yang berlaku di Indonesia. Pertimbangannya setelah proses BAP selesai, pihak kepolisian akan membuat surat ke kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk menyerahkan pelaku.

Saya menduga, kasus ini masih tetap sulit untuk diproses secara hukum sebelum pelaku di deportasi. Bedug Magrib berbunyi berbarengan dengan proses BAP selesai. Saya membatalkan puasa dengan seteguk teh manis, dan tiba-tiba, pelaku mendatangi saya kemudian  bersimpuh serta mengatakan, “madam, this Ramadhan, Alloh give you Rahmatan lil alamin.. please forgive me.. “ .. aku melihat sebentar ke pelaku dan kemudian berdiri keluar. 
bersimpuh waktu di POLDA METRO
Saya memaafkan tapi tidak pernah akan mencabut laporan ini karena siapa tahu mungkin masih banyak korban yang lain tetapi tidak berani melaporkan. Magrib telah tiba … saya menuju Masjid.

#Buat korban-korban yang berani berteriak …. JANGAN DIAM….

Jakarta, 25 Juni 2015
Pekerja Kemanusiaan

Link terkait;
Jakarta, 25 Juni 2015
Pekerja Kemanusiaan

Link terkait;



Rabu, 12 Februari 2014

Tips berlari

Lari adalah olahraga yang sederhana dan tidak membutuhkan peralatan khusus (kecuali sepatu) layaknya olahraga lain. Hampir semua orang bisa melakukannya. Namun sebaiknya kamu mengetahui cara berlari yang benar. Nah berikut adalah beberapa tips agar berlari terasa nyaman dan menyenangkan: 

1. Hindari lari dengan tumit terlebih dahuluBerbeda dengan berjalan, yang membutuhkan tumit sebagai pendaratan. Lari tidak seperti itu. Cobalah untuk tetap menggunakan ujung kaki kamu saat mendarat, agar lari kamu tetap nyaman dan terhindar dari rasa nyeri yang tidak diinginkan. 

2. Belilah sepatu yang baikSesuaikan sepatu yang kamu gunakan dengan bentuk kaki kamu. Pilihlah sepatu dengan kualitas yang sudah terjamin dan terpercaya. Selain tidak membahayakan kaki, biasanya juga lebih tahan lama. 

3. Ambil langkah yang lebih pendekPara ahli mengatakan bahwa langka kaki yang efektif akan menghindari kerusakan pada sendi dan otot. Langkah yang lebih pendek adalah langkah yang lebih efisien, dan akan mengurangi gerakan pada sendi pergelangan kaki, lutut dan pinggul.

4. Pelan-pelanDengan berlari lebih perlahan denyut jantung kamu dapat terkontrol dengan baik, membuat lari lebih nyaman dan kamu bisa berlari dengan jarak yang lebih jauh. Dibandingkan dengan kamu berlari secara cepat.

5. Tetapkan waktu Orang yang berlari dengan tujuan waktu tertentu, lebih baik daripada mereka yang lari hingga lelah atau mereka yang sebentar-sebentar berhenti, walaupun napas masih kuat. Para ahli mendorong untuk mencoba jarak yang lebih jauh setiap kali berlari, namun dengan waktu yang sama (misal 30 menit) agar mendapatkan teknik yang lebih baik. 

APA BEDA KISTA DAN MIOM

TRIBUNNEWS.COM -
Kista dan miom seringkali dianggap sama. Padahal, dua tumor jinak yang bersarang diorgan reproduksi perempuan ini berbeda 180 derajat. Meski sama-sama menyerang organ reproduksi perempuan, namun kista dan miom memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Menurut Dr. Chepi Teguh Pramayadi, SpOG  dari RSIA Evasari , memang banyak yang masih bingung membedakan kedua jenis penyakit yang tergolong dalam tumor jinak ini. Padahal, begitu banyak prinsip-prinsip yang berlainan, termasuk dari posisi, bentuk, hingga keluhan.

"Kista itu tumor yang berisi cairan. Ia memiliki beberapa jenis, misalnya kista endometriosis yang isinya cairan kecokelatan, kista dermoid yang terdiri dari jaringan-jaringan tubuh, ada juga kista simplex  yang isinya hanya berupa cairan bening," ujar Cepi.

Sementara miom adalah tumor jinak yang terdiri dari serabut-serabut otot polos myometrium . "Jadi ada pertumbuhan sel-sel otot di dalam rahim yang tidak normal. Ia berbentuk seperti kumparan, lama-lama berputar hingga menyerupai bola," tambahnya. Cepi kemudian menjelaskan hal-hal yang juga menjadi pembeda penyakit kista dan miom. Pertama, terlihat dari lokasi gumpalan. Kista terletak di indung telur, bisa di bagian kiri, kanan, atau keduanya.  "Sedangkan miom itu posisinya di rahim. Ia ada di tengah alat kelamin perempuan atau istilah medisnya terletak di uterus. Ia bisa berada di permukaan rahim, di tengah rahim, atau di dalam rahim," papar Cepi.

Perbedaan kedua, dapat dilihat dari bentuk atau kandungan di dalamnya. Pada miom, terdapat serabut-serabut otot yang padat dan berbentuk bulat. Gumpalan menyerupai batu ini tidak memiliki pangkal atau inti, melainkan hanya serabut otot yang permukaannya dapat dikupas. Sementara kista, isinya sudah pasti cairan. "Makanya ketika operasi, dia bisa langsung diangkat tapi bisa juga disedot dulu cairannya baru sisanya diambil. Jadi, bentuknya selalu seperti itu. Tidak akan mungkin menjadi terbalik, misalnya kista tapi padat atau miom tapi cair," tambah Cepi. Lalu, hal ketiga yang membedakan dapat dilihat dari keluhan yang dirasakan perempuan. Kista dapat dideteksi dari rasa nyeri saat haid hari pertama atau kedua, serta adanya rasa nyeri saat berhubungan seksual. Bahkan pada beberapa kasus, kista juga menyebabkan rasa nyeri di luar siklus haid.

Sementara itu, keluhan miom yang lebih dominan justru terlihat pada siklus. Adanya siklus haid yang tak teratur, jumlah hari haid yang lebih panjang, atau jumlah darah haid yang berada di atas batas normal dalam satu siklus.
"Normalnya, perempuan mengganti pembalut rata-rata 3 - 4 kali dalam sehari. Ketika ia mengganti pembalut sampai lima kali atau lebih, berarti jumlah darahnya lebih banyak dari batas umum," papar Cepi. Jumlah darah yang terlampau banyak ini diperkirakan disebabkan adanya miom di dalam rahim.


Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tabloidnova.com

Dejafu yang menjadi kenyataan …

Déjà vu  yang artinya secara harafiah adalah "pernah melihat" atau "pernah merasa". Maksudnya adalah mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya ialah "sejajar" dan mnimi (μνήμη) "ingatan- http://id.wikipedia.org -


Pengalaman merasakan dejafu saat aku pertama kali pergi ke Cirebon bersama dengan teman-temanku. Satu saat, kami berkesempatan menikmati kota Cirebon dengan menggunakan becak. Ketika becak yang aku tumpangi melewati sebuah daerah dimana rasanya aku pernah kesana. Jalan-jalan yang dilewati rasanya tidak asing, tanaman dipinggir jalan, trotoarnya dan jalan yang berkonblok, semuanya tidak asing bagiku. Kemudian aku bertanya kepada bapak penarik beca, apakah disebelah sana itu sebuah pelabuhan, sambil menunjuk kearah sebuah bangunan kuno dan bertembok tebal, “iya” jawab si bapak sambil menjelaskan kalau dahulu memang itu sebuah pelabuhan yang sangat ramai sekali di jaman Belanda namun sekarang sudah tidak dipergunakan lagi, hanya untuk perahu-perahu kecil nelayan disana saja.

Perasaanku sangat aneh, aku baru pertama kali menginjakan kaki di kota Cirebon tetapi rasanya pernah berada disana. Lamat-lamat aku ingat, sepertinya aku pernah bermimpi mengunjungi kota ini dalam posisi yang sama persis berkeliling menggunakan becak bersama teman-teman, melewati pelabuhan lama kota Cirebon, melewati  pedestarian yang asri dengan pohon-pohon yang tertata, ciri khas sebuah kota lama peninggalan jaman Belanda.

Aneh memang, tetapi kenyataan. Setelah kucari dan pelajari peristiwa tersebut, baru aku tahu itu adalah pengalaman de’jafu bagi diriku. Bagaimana dengan kalian, pernahkah mengalami hal yang sama seperti pengalamanku…??.

 Jakarta, 30 Agustus 2013

Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi Jawa Barat

Kasepuhan Banten Kidul adalah kelompok masyarakat adat Sunda yang tinggal di sekitar Gunung Halimun, terutama di wilayah Kabupaten Sukabumi sebelah barat hingga ke Kabupaten Lebak, dan ke utara hingga ke Kabupaten Bogor. Kasepuhan (Sd. sepuh, tua) menunjuk pada adat istiadat lama yang masih dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul melingkup beberapa desa tradisional dan setengah tradisional, yang masih mengakui kepemimpinan adat setempat. Terdapat beberapa Kasepuhan di antaranya adalah Kasepuhan Ciptagelar, Kasepuhan Cisungsang, Kasepuhan Cisitu, Kasepuhan Cicarucub, Kasepuhan Citorek, serta Kasepuhan Cibedug. Kasepuhan Ciptagelar sendiri melingkup dua Kasepuhan yang lain, yakni Kasepuhan Ciptamulya dan Kasepuhan Sirnaresmi.

Pemimpin adat di masing-masing Kasepuhan itu digelari Abah, yang dalam aktivitas pemerintahan adat sehari-hari dibantu oleh para pejabat adat yang disebut baris kolot (Sd. kolot, orang tua; kokolot, tetua). Kasepuhan Ciptagelar kini dipimpin oleh Abah Ugi, yang mewarisinya dari ayahnya, Abah Anom, yang meninggal dunia di tahun 2007. Wilayah pengaruh kasepuhan ini di antaranya meliputi desa-desa Sirnaresmi dan Sirnarasa di Sukabumi. Sementara Kasepuhan Cisungsang berlokasi di Desa Cisungsang wilayah Lebak dipimpin oleh Abah Usep. Salah satu ritual adat tahunan Kasepuhan yang selalu menarik minat masyarakat adalah upacara Seren Taun; yang sesungguhnya adalah pernyataan syukur warga Kasepuhan atas keberhasilan panen padi.

Kasepuhan CiptagelarKasepuhan Ciptagelar adalah salah satu komunitas yang tergabung dalam Kesatuan Adat Banten Kidul (SABAKI). Komunitas adat ini bergabung menjadi anggota AMAN sejak konggres pertama pada 17 Maret 1999. Sebagian besar incu putu (warga) Kasepuhan Ciptagelar hidup di dalam wilayah pegunungan Halimun, sejak ratusan tahun yang lalu. Konon, Kasepuhan Ciptagelar berasal dari sebuah kerajaan di Bogor.

Kasepuhan Ciptagelar dipimpin oleh seorang Abah (ketua adat) yang diangkat berdasarkan keturunan. Abah Ugi Sugriana R, adalah pemimpin saat ini, yang merupakan Abah ke sebelas yang tercatat sejak tahun 1368. Pusat pemerintahan Kasepuhan Ciptagelar selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Pindahnya tempat ini berdasarkan wangsit dari leluhur kepada Abah. Akhir tahun 2000, Abah Anom (Alm. Encup Sucipta ayah dari Ugi Sugriana), sebagai pimpinan Kasepuhan pada saat itu menerima wangsit dari leluhurnya untuk pindah ke Ciptagelar setelah 18 tahun berada di Ciptarasa. Alm Abah Encup Sucipta menerima wangsit ini setelah melalui proses ritual.

Perpindahan pusat pemerintahan Kasepuhan ke Ciptagelar merupakan wujud kesetiaan dan kepatuhan kepada leluhur. Mereka percaya bahwa jika perpindahan ini adalah perintah dari leluhur maka “tidak boleh tidak, mesti dilakukan”. Hal ini sesuai dengan nama wilayah Ciptagelar yang berarti terbuka atau pasrah menerima wangsit leluhur (untuk berpindah).Secara administrasi, pusat pemerintahan Ciptagelar berada di Dusun Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Lokasi ini berjarak kurang lebih 14 Km dari Desa Sirnaresmi, 27 Km dari Kota Kecamatan, 103 Km dari Kabupaten Sukabumi. Jika diukur dari Kota Bandung berjarak kurang lebih 203 Km ke arah Barat. Titik Koordinat S 06 47” 10,4’.

Sejarah Kasepuhan CiptagelarMenurut Ugis Suganda komunitas adat ini sebenarnya bernama Kaolotan Ciptagelar. Pria yang saat ini menjabat Menteri Luar Negeri Kasepuhan Ciptagelar ini mengatakan bahwa nama Kasepuhan itu penyebutan dari orang luar. Namun kini menjadi populer bagi orang awam. Abah atau pemimpin adat disebut “Bapak Kolot” yang membawahi “Olot Lembur” di setiap desa yang menjadi warga atau “incu putu” Ciptagelar

Konon, Kasepuhan Ciptagelar bermula pada tahun 611 Masehi bertempat di Sajira Banten. Ketua adat saat itu adalah Abah Agung yang memimpin selama 500 tahun. Pada tahun 1.100 Masehi, Abah Agung mendapat wangsit untuk pindah ke Limbang Kuning. Setelah 300 tahun lamanya menikah dengan Ambu Sampih, akhirnya dikaruniai seorang putra yang bernama Aki Buyut Bao Rosa. Selama hidupnya Abah Agung telah beberapa kali pindah tempat. Selama 150 tahun beliau bertempat di Cipatat Bogor dan kemudian berpindah lagi ke Maja. Setelah beliau wafat, Kasepuhan kemudian diteruskan oleh anaknya yang bernama Aki Buyut Warning yang merupakan putra hasil pernikahan dengan Nini Buyut Samsiah. Aki Buyut Warning memimpin Kasepuhan selama 202 tahun di Maja. Kemudian pindah ke Lebak Larang.

Selama tiga tahun di Lebak Larang, Aki Buyut Warning meninggal dunia. Kemudian kepemimpinan diteruskan oleh putranya yang bernama Aki Buyut Kayon. Seperti leluhurnya, Aki Buyut Kayon juga berpindah tempat. Terakhir beliau pindah ke Lebak Binong dan menetap selama 27 tahun lamanya.  Ketika Aki Buyut Kayon wafat, putra mahkota yang bernama Aki Buyut Cebol saat itu belum dewasa, sehingga kepemimpinan Kasepuhan di”warnen” oleh Aki Buyut Santayan Di Pasi Talaga selama 23 tahun. Warnen adalah sebutan bagi orang yang diberi tugas menjadi Pemangku Adat sementara karena sang pewaris tahta belum dewasa untuk memimpin.

Setelah dewasa kemudian Aki Buyut Cebol menjadi Ketua Adat. Beliau bertempat di Tegal Lumbu selama 32 tahun. Kemudian digantikan oleh Uyut Jasiun lalu pindah ke Cijangkorang. Disitu tidak lama, hanya 7 tahun lamanya beliau pindah ke Bojong dan menetap hingga 17 tahun sampai ajal menjemput. Kepemimpinan diteruskan oleh putranya yaitu Uyut Rusdi. Pada tahun 1940 pusat pemerintahan pindah ke Cicemet, dengan membuka areal baru. Setelah 16 tahun lamanya menetap kemudian berpindah ke Sirnaresmi, tepatnya tahun 1956. Kemudian menetap. Pada tahun 1960 Uyut Rusdi wafat dan digantikan oleh Abah Arjo. Selang 15 tahun lamnya menetap di Sinarresmi, Abah Arjo kemudian pindah ke Ciganas. Tujuh tahun kemudian Abah Arjo wafat pada tahun 1982. Beliau digantikan putranya yang bernama Abah Encup Sucipta yang terkenal dengan sebutan Abah Anom. Ayah dari Abah Ugi (Abah Ciptagelar saat ini) mendapat julukan Abah Anom, dikarenakan sewaktu beliau mengantikan ayahnya usianya masih relatif muda. Tahun 1983 Beliau pindah ke Ciptarasa dan menetap selama selama 17 tahun yang akhirnya menetap di Ciptagelar.

Jika dilihat dari sejarahnya, 3 Kasepuhan yakni Ciptagelar, Sinarresmi dan Ciptamulya dimana ketiga Kasepuhan ini berasal dari satu keturunan yang sama.




Rabu, 07 November 2012

JANGAN PERNAH BERHENTI DAN BERSYUKUR


Catatan dari kumpulan cerita Hikmah.

Dream atau Impian memang indah, dan ditangan motivator-motivator yang handal, lengkaplah sudah tekad kita atau motivasi kita apabila kata-katanya telah dirangkai dengan sedemikian indah, “Jangan Pernah Putus Asa Mengejar Impian Anda”
Kata-kata ini begitu menyihir kita untuk bergerak-bergerak- bergerak…namun tetap saja ada kalanya bahan bakar semangat kita habis atau menipis, kendur, loyo, sebel, masa bodoh, menyalahkan orang,keadaan, stress,depressi… dan mulai muncul rasa bahwa “This Not my way… ” ini bukan jalan saya.

Saya merasa jadi asing dengan apa yang saya lakukan saat ini. Kenapa saya memilih jalan ini…? Kenapa orang bisa berhasil..? kenapa saya sial terus…? Apakah anda sering atau pernah atau bahkan sedang mengalami hal diatas ini..? Kalau anda sudah merasa menderita karena persoalan-persoalan di atas, berarti anda harus sudah mulai buru-buru untuk menancapkan tiang atau monument atau Milestone atau apalah...yang merupakan bahwa anda sudah mulai BERHASIL. Dan ini mungkin awal dari keberhasilan anda.
Bagai kita yang memiliki tubuh overweight, yang sedang berusaha untuk mengecilkan berat badan. Dari semua literatur dan saran para ahli berbagai media, yang paling cocok untuk menguruskan perut yang menonjol kian kemari adalah dengan olahraga lari secara teratur misalnya.

Hari pertama kita begitu semangat. 10 kilometer rasanya nggak mustahil akan dilahap pada kesempatan pertama itu. Kita mulai berlari…ternyata… betis anda terasa terpaku di tanah, paha anda pegel, keringat dingin malahan yang keluar atau bahkan keringat yang bikin gatal, nafas anda terburu seakan oksigen sudah begitu menipis, apalagi antara nafas dan langkah tidak kompak, kepala anda mulai berdenyut, satu putaran lapangan tennis seakan sudah cukup untuk meledakkan paru-paru anda..dan terakhir otak anda berkata stop..! berhenti.! Dan akhirnya anda berhenti….sedih, belum juga 1 kilo…pengin lari lagi nggak kuat, esok harinya malah pegel, kesal dengan diri sendiri akhirnya malah jadi makan banyak-banyak karena stress dan menyalahkan diri sendiri atau kadang menyalahkan keadaaan....

Padahal yang harus dia lakukan pada hari pertama dia lari dan tidak kuat itu adalah.... Alhamdulillah.... bersyukur..bersyukur..dan bersyukur... hari ini sudah bisa mulai berolah raga meskipun belum kuat lama, atas kesadaran sendiri, ditempat lain ada yang memulai seperti ini pada saat dia sudah mulai kena stroke ringan....dan esok harinya kita datang lagi ke arena dengan gagah, kita lari lagi dapatnya kok menurun hanya setengah putaran lapangan tennis..? itupun diakhiri dengan memegang lutut yang rasanya mau copot..? bersyukurlah. ..pas pulang timbangan malah naik, biarin saja, besok kita mulai lagi dan selalulah bersyukur..Insya Allah setelah 3-4 bulan segendut apapun tubuh anda anda akan bisa lari 6-8 km non stop..! Bahkan 1 km terakhir bisa Sprint.! hehe..ada kok yang mengalaminya.

  1. Anda karyawan executive yang bergaji diatas 15 juta , kok sekarang bilang gaji cuma 15 juta itu kecil , bersyukurlah, executive yang lain ada yang gajinya gak sampai 6 juta.
  2. Anda pebisnis yang biasa profitnya diatas 10 juta kok sekarang 5 juta saja susah, besyukurlah, temen yang lain ada yang profinya gak sampai 1 juta.
  3. Biasanya bonus 5 bulan gaji sekarang kok pas-pasan hanya bisa untuk beli buku anak sekolah saja ? Bersyukurlah karena ada perusahaan Top Leader sampai sekarang belum juga bagi bonus . . . . . .
  4. Tiap bulan rugi dan nombok melulu..? Tetaplah bersyukur... karena anda sudah memulai, pebisnis yang lain ada yang gulung tikar/ PHK ,
  5. Stress...peluang banyak sekali..tapi nggak tahu mau ambil yang mana.? Syukurilah.. karena ternyata mindset anda sudah mulai berubah..Insya Allah degan bersyukur anda akan dipilihkan pilihan terbaik.
  6. Jangankan memilih peluang bisnis KEPINGIN SAJA TAKUT nanti kesengsem sementara modal dan nyali nggak ada, Bersyukurlah. ..karena anda saat ini sudah memiliki banyak temen2 yang senantiasa akan berempati dgn anda, jangan malu, gengsi, dan semacamnya untuk menceritakan apa yang sedang anda alami saat ini..apalagi hal2 yang menyedihkan, kalau kita mau berbagi kadang malah cepet ilang sedihnya...
  7. Temen sudah banyak, tapi melihat sharing2 mereka kita malah stress...? Apakah ada yang tidak berdaya begini..? Bersyukurlah. ..anda jauh lebih baik, nun jauh disana ada teman sekolah saya yang saat ini jadi guru dengan honor hanya 200ribu sebulan. Beberapa waktu lalu HP dia yang biasanya hanya untuk menerima panggilan saja, diam2 saya isi lewat M-Kios, dia begitu takjub karena 100rb yang saya isikan ini biasanya biaya pulsa dia 5 bulan...!

Jadi syukurilah apa yang anda sudah dapatkan saat ini, dan apabila rasa syukur itu digabungkan dengan mimpi kita yang indah, maka akan kita dapatkan kata-kata yang memiliki power yang sangat dahsyat. Jangan memusingkan apa yang belum kita capai tapi coba periksalah apa2 yang sudah kita dapat, dan bersukurlah. Jangan Berhenti Mengejar Impian Anda, dan Syukurilah Terhadap Apapun yang Sudah Anda Capai Sampai Detik Ini”
" Sering2lah mengucapkan Alhamdulillah. ..dan hayatilah makna "Bersukur" yang terkandung didalamnya dengan hati...niscaya anda akan dengan mudah menangis karena begitu banyak yang telah kita dapatkan.... "